Selasa, 21 Mei 2013

jangan melulu memakan makanan sampah!!!!

Pagi ini saya rasa saya bersarapan dengan baik dan berkualitas. Membaca penggalan kisa berikut membuat saya ingin membaginya untuk anda. Simak yaaaa
Sumber: di blognya kek zamil penulis buku best seller "MOVE-ON"

Cekidot..


Seleksilah apa yang dikonsumsi mata dan telinga, karena akan sangat memengaruhi pikiran dan tindakan (Komaruddin Hidayat)

Saya awali tulisan saya dengan sebuah pertanyaan. Apabila Anda punya mobil mewah, relakah Anda apabila mobil itu diisi dengan bensin oplosan? Anda yang waras tentu akan menjawab “tidak”. Nah, tubuh kita jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mobil mewah manapun, maka berilah ia asupan yang sesuai. Jangan asal makan!

Sebagian besar kita paham bahwa makanan itu ada dua, makanan tubuh dan makanan pikiran. Jagalah kesehatan tubuh kita dengan memakan makanan yang sehat dan menyehatkan. Makan asal makan itu pertanda bahwa kita tidak menghargai tubuh kita sendiri.

Salah satu tanda bahwa kita adalah orang yang tidak menghargai diri sendiri adalah perut kelewat gendut, kolesterol tinggi, asam urat melebih normal dan sejenisnya. Hargailah tubuh kita melebihi penghargaan kita kepada mobil mewah. Caranya? Salah satunya dengan cara memberi asupan yang berkualitas ke dalam tubuh kita.

Sedangkan makanan pikiran itu tergantung dari apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Apabila kita sering membaca dan menonton hal-hal yang tidak bermutu maka tindakan kita berpeluang besar juga tidak berkelas. Coba periksa lagi apa yang biasa Anda tonton dan baca? Berkualitaskah itu?

Saya heran apabila ada orang yang punya jadwal rutin nonton acara televisi setiap hari. Apalagi yang ditonton acara-acara murahan yang tak bisa diambil hikmah dan pelajarannya. Menyempatkan diri menonton acara televisi rutin yang tak berkelas itu juga sebagai pertanda bahwa kualitas hidup kita memang rendah dan murah.

Banyak kebaikan yang belum kita lakukan, sungguh amat malu bila kita masih punya jadwal harian menonton televisi. Mungkin sebagian ada yang berkata, “Kan hiburan, pak?” Ya, saya set

Tidak ada komentar:

Posting Komentar